Entri Populer

Visitor

My Blog List

Nasheed

Wavy Tail
Unknown On Minggu, 09 Desember 2018

Bismillah....

Assalamu'allaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

ini adalah sepenggal kisah hijrah, tentang diriku yang dulu, hingga mendapatkan hidayah melalui kakak-kakak di Wahdah Islamiyah.

Alhamdulillah, aku terlahir di keluarga yang mengerti tentang agama, setidaknya aku sudah diajarkan untuk sholat dan mengaji sejak kecil, meskipun begitu, aku tetaplah remaja yang terkadang juga masih sering malas-malasan untuk melakukan ibadah. 

Alhamdulillah juga, aku terlahir dari ibu yang luar biasa, beliau yang awalnya mengikuti kajian-kajiian di dekat rumah, akhirnya bertemu salah satu akhwat dari organisasi Wahdah Islamiyah. Ia adalah pengajar di kajian itu, setelah berjalannya waktu, akhwat tersebut tergantikan oleh yang lain, dan ada beberapa ummahat dari kelompok yang sama termaksud ibuku pindah untuk menuntut ilmu di liqo Tarbiyah di Wahda Islamiya, dengan kata lain, ibuku lah yang pertama kali ikut tarbiyah dalam keluargaku. Ibuku mengenal  tarbiyah sejak aku masih duduk di bangku SMA. Meski begitu, beliau tidak pernah menyinggung tentang tarbiyah itu kepadaku.

Aku baru mengenal tarbiyah ketika duduk di bangku kuliah. Awalnya, saat jadi MABA (MAhasiswa BAru) aku sering sholat di Mushollah Fakultasku yaitu Mushollah TP. Darul Ulum namanya, dan ternyata ada beberapa dari pengurus MPM itu adalah teman ibuku di liqo tarbiyahnya, sehingga beberapa dari mereka langsung dekat denganku, tidak hanya itu, mereka juga ramah, suka menyapa, dan yang paling penting cepat menghafal nama. Sehingga, aku yang saat itu menjadi MABA, merasa sangat senang di perhatikan.

Awal aku tarbiyah, aku di ajak oleh teman-teman seprodiku mereka adalah Utami, Sofwi, Syamsi, dan Asmirawati, rupanya mereka sudah tarbiyah diawal masuk Universitas dan ada beberapa yang sudah Tarbiyah sejak dibangku SMA. Sunggu luar biasa pengorbanan mereka untuk mengajakku, sampai beberapa kali aku menolak ajakan itu. Masyallah, hidayah itu datang ketika memasuki semester 2 akhir. Kala itu, mereka baru saja selesai dari kegiatan TARGAB (Tarbiyah Gabungan) dan disitulah mereka bertemu dengan ibuku, mereka bercerita tentang suasana di TARGAB, sungguh mengasikkan menurutku. untuk kesekian kalinya mereka mengajakku kembali, dan Alhamdulillah aku mengatakan "Iya".

Pertama kalinya duduk diliqo Tarbiyah, dengan menggunakan celana panjang jeans dan jilbab pendek dan tipis. awalnya agak malu, berada di lingkungan yang hampir semua orang menggunakan jilbab besar dan ada beberapa juga yang menggunakan cadar. Namun, itu tidak menyurutkan semangatku dalam menuntut ilmu syar'i, sebab kakak-kakak itu tidak menyinggungnya sama sekali. Di hari pertama ikut tarbiyah ini, ternyata aku tidak bersama dengan teman-teman yang mengajakku. Tapi, aku akui suasanya sangat luar bisa, kata-kata yang di lontarkan oleh murabbiyah, sangat menyentuh. Namun, memasuki pekan ke-2 dan ke-3 aku tidak hadir dengan alasan saya tidak mengenal satu pun orang di liqoku. Teman-teman yang mengajakku, ternyata punya solusi dari permasalahan itu. Akhirnya, aku diajak untuk bergabung di liqo tarbiyahnya, dan Alhamdulillah murabbiyahnya mengizinkan. Dari situlah Alhamdulillah aku tidak pernah meninggalkan Tarbiyah sepekanpun kecuali dalam keadaan SAKIT.

Perlahan-lahan aku mulai berubah, ibadah, ngaji, perilaku, dan dari pakaian, yang sudah mulai menganti celana jeans dengan rok, menganti jilbab menjadi lebih tebal, meskipun masih pendek. Namun, terus aku rasakan efek tarbiyah itu didalam hidupku, sampai akhirnya aku menggunakan pakaian syar'i lengkap meskipun masih tanpa cadar, tapi Alhamdulillah aku menikmati proses hijrah ini yang sangat luar biasa.

Tarbiyah di Wahdah Islamiyah, menurutku sangat luar biasa. materi yang disajikan memang yang sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah, belajar mengaji dengan mengetahui Tajwid dan tempat keluarnya huruf, menambah hafalan, jalan-jalan dan ukhuwahnya terasa sekali. Meskipun banyak orang diluar sana yang mengatakan bahwa, banyak yang masuk Wahdah karena dipaksa atau Wahdah itu keras sekali. Tapi semua itu salah kawan, coba rasakan sendiri. Bahkan banyak diantara mereka mengatakan bahwa Wahdah Islamiyah itu tidak sesuai dengan Sunnah Rasulullah, mereka berkelompok dan melakukan yang namanya TARBIYAH.

Kawan, saudari-saudariku yang aku cintai karena Allah, jangan pernah kita menafikkan bahwa, banyak yang memulai hijrahnya dari Tarbiyah, banyak yang menemukan HIDAYAH dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Wahdah Islamiyah. Mereka mengajak orang-orang yang dulu sering malakukan maksiat menjadi orang yang sering mengerjakan amal shaleh, mereka masuk ke pelosok-pelosok kampung, mengajarkan ilmu. Bukankah mereka para Murabbih/Murabbiyah akan menyampaikan apa yang mereka tahu saja, tanpa merekayasan suatu hukum, bagaimana dengan hadits "Sampaikanlah dariku walau satu ayat" (HR. Bukhari)???

Jika kalian menganggap Wahdah Islamiyah berdakwah hanya untuk memperbesar organisasi, sebenarnya bukan itu tujuannya, mereka berdakwah hanya untuk menyampaikan firman Allah Subhana Wa Ta'ala, mengembalikan tujuan hidup manusia untuk beribadah hanya kepada Allah, mengembalikan tauhid, dan memperbaiki akhlak. Maka dari itu, Wahdah Islamiya memiliki semboyan "Dakwah dan Tarbiyah"

Setiap manusia diberikan petunjuk dalam hatinya untuk memilih mana yang baik dan buruk bagi dirinya, semoga kita tetap di Istiqomahkan di jalan ini, tetaplah bersama dalam dekapan UKHUWAH ISLAMIYAH Karena kita bersaudara, dan kita tidak dipisahkan karena organisasi, apapun itu.
yang aku tahu bahwa "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara..." (QS. 49:10).

#BerdakwahdenganCinta
#KeepIstiqomah
#LestHijrahTogether

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Diberdayakan oleh Blogger.